Tanti berbagi rahasia padaku, tapi ceritanya tidak masuk akal. Dia wanti-wanti agar tidak bilang pada siapapun, tapi kemarin waktu ketemu sama teman jaman SMP dia juga berbagi rahasia tsb padanya tentu saja sambil pesan jangan bilang siapa2. Akupun bertanya padanya siapa saja yang tahu rahasia ini selain aku dan Lili, katanya hanya kami berdua. Mau tahu apa cerita Tanti ?
Kata Tanti dia punya seorang teman namanya Pak Aneh. Pak Aneh ini bukan orang biasa, tapi dia adalah orang penting. Pak Aneh ini memiliki kuasa, uang trilyunan dan relasi kelas dunia macam Obama,dll. Saking hebatnya, dia bisa tahu berbagai hal sebelum itu terjadi seperti tsunami di Aceh dll. Ya jelas aja dia bilang begitu karena sudah terjadi, coba sebelum gunung Merapi meletus dia sudah kasih pengumuman baru percaya aku. Ceritanya serba fantastis dan tidak masuk akal. Dalam hati aku tertawa geli, kok bisa ya Tanti percaya sama orang itu. Namanya cerita nggak masuk akal pasti suatu saat ketahuan juga letak kebohongannya. Tanti bilang uangnya Pak Aneh ini semua ada di bank bahkan banyak negara asing pinjam uang dia. Kesimpulan : Pak aneh kaya raya super konglomerat. Lalu pak Aneh ini orang penting makanya banyak orang yg berusaha membunuh dia, lalu aku tanya mbok tinggal di singapore aja yang lebih aman atau sewa bodyguard yang banyak kan duitnya banyak, ngapain taku. Alasannya nggak ada orang yg bisa dipercaya dulu dia juga pernah mau diracun sama pengawalnya sendiri. Jadi saat ini dia tinggal sendirian di rumah kontrakan. ( Nah, mulai kerasa kan kejanggalannya) Ceritapun berlanjut,kata Tanti : Bapak itu bisa mengendalikan dunia dari komputer dan hpnya doang. Saddam Hussein kemarin ditangkap itu juga atas perintahnya karena hutang duitnya nggak bayar. Tapi....beberapa waktu kemudian Tanti bilang kasihan bapak nggak ada yg jaga kadang dia nengokin bapak buat kirim makanan dan kadang juga bantu beliin pulsa. Ha.....? akupun langsung nyeletuk: wah kok ironis sekali ya, duitnya luar biasa banyuak dan kenalannya pun sekelas pemimpin dunia tapi buat beli pulsa aja nggak mampu wkwk....Tantipun agak gelagapan ngeles : iya memang saat ini uangnya sedang diblokir di BI nanti kalau sudah cair kan bisa dipake. Tanti agak sewot kalau kelihatan aku meragukan ceritanya dan dengan lihaynya dia berkelit: memang nggak semua orang tak ceritain tentang hal ini karena sangat berbahaya dan kadang orang juga nggak percaya. Akupun dengan hati2 menasehatinya : Tanti kamu simpati sama pak Aneh itu boleh, kamu sebagai sesama manusia menolong dia itu baik tapi hati2 aja nggak usah percaya semua omongannya yang tidak masuk akal itu. Kalau menurutku pak Aneh itu seorang paranormal biasa aja jadi kamu mesti2 hati2 takutnya ntar ketipu. Tapi Tanti malah tersinggung dan marah padaku. Untunglah setelah itu dia sudah tidak cerita apapun mengenai pak Aneh padaku,habis neg deh dengernya. Buang2 waktu aja, hanya orang gila aja yang percaya semua cerita nggak masuk akal itu.
Semakin sering bergaul dengan Tanti aku juga semakin tahu bahwa dia kalau cerita tumpang tindih tapi nggak klop. Suatu kali dia cerita betapa bagusnya hasil franchise rumah makan suaminya di kota lain. Tiap tiga bulan sekali uang hasilnya bisa digunakan untuk beli mobil atau properti. Wow....luar biasa pikirku. Tapi lima menit kemudian dia menawarkan apakah aku tertarik untuk membeli rumah makan tsb. Akupun jadi bingung, lho barusan kamu bilang sangat menghasilkan lho kok mau dijual? Alasan Tanti, iya soalnya suamiku pengen buka lagi yang lebih besar dan bagus jadi yang ini dijual. Banyak hal2 lainnya misalnya dia mau jual tanahnya,kadang mengeluh toko onderdilnya sedang sepi pembeli pusing bayar supplier, tapi lain hari ceritanya lain lagi katanya dia mau buka cabang lagi. Maksudmu apa sih Tanti ? Aku jadi nggak mengerti, tapi feelilng mengatakan ada sesuatu yang Tanti tutup-tutupin. Waktulah yang akan menjawabnya dan untuk sementara ini...biarkan saja Tanti dengan semua ceritanya yang silih berganti. Yang penting aku harus tetap berpikir jernih..
Sang Pengembara Hati
Selasa, 03 Mei 2011
Senin, 02 Mei 2011
PRIA PRIA LEMAH
Aku punya om, dia adik papiku yang paling bungsu. Masa lalunya sangat kelam karena dia suka magic,dukun2, bakar kemenyan,semedi dll pokoknya yang berbau dunia kegelapan. Selain itu dia juga gemar nyeleweng dan sudah terjadi beberapa kali (yang ketahuan). Yang aku heran, dia itu punya karier bagus, istri cantik dan cakap bekerja juga 2 anak yang manis tapi kok ya berlaku yang tidak baik. Waktu itu mereka sedang dipuncak kejayaan, omku sukses demikian juga karier istrinya di bank swasta meraih kursi tertinggi sebagai pemimpin cabang. Sayang, mereka sombong banget, sama saudara yang dipandang nggak punya bersikap menghina dan merendahkan. Aku dapat menilai demikian karena aku sendiri juga mengalami perlakuan mereka terhadap keluargaku yang waktu itu baru saja memulai berumah tangga sehingga masih merintis kesuksesan. Aku ingat waktu itu aku barusan melahirkan anak yang pertama dan aku masih tinggal di rumah kontrakan sederhana di sebuah gang sempit. Mereka datang menengokku dengan setengah hati, mungkin sungkan sama papiku kalau tidak menengokku. Mereka datang bersama anaknya yang cantik dan ke dua baby sister. Setelah masuk rumahku mereka terlihat seperti jijik melihat keadaan rumahku dan membiarkan anaknya tetap memakai sepatunya kedalam kamarku. Lalu yang keterlaluan adalah anaknya dengan bersepatu meloncat ke atas tempat tidurku yang ada bayiku sedang tidur disitu dengan tetap memakai sepatunya. Tanteku membiarkannya saja dan sama sekali tidak merasa sungkan padaku. Waktu itu aku hanya bisa nelangsa dalam hati, dan dengan ramah meminta anak tsb untuk turun karena menurutku yang salah bukan anaknya tapi mamanya yang membiarkannya berlaku seperti itu.
Waktu terus berjalan dan tak lama kemudian usaha suamiku mulai menampakkan kemajuan sehingga kami mampu membeli rumah sendiri dan membangunnya dengan mewah. Sikap merekapun berubah dan sangat ramah. Apalagi mereka mulai mengalami berbagai masalah, baik dalam keuangan, anaknya yang kedua sakit kanker,omku juga nggak kerja lagi dan tanteku juga sdh keluar dari tempatnya bekerja. Rupanya itu belum cukup karena omku ketahuan punya wanita simpanan dan mereka ribut besar hampir bercerai. Puncaknya 2 th lalu omku sakit kanker usus karena tanteku jijik maka digajinya seorang suster untuk merawat menggantikan perban di perutnya. Ternyata omku kemudian selingkuh dengan suster tsb shg kesabaran tanteku habis dan berniat menceraikan. Entah bagaimana mereka batal bercerai. Rupanya itu adalah titik balik dalam kehidupan rumah tangga mereka karena setelah itu mereka dipulihkan melalui camp Wanita Bijak dan Pria Sejati. Hubungan merekapun jadi harmonis malah mereka berdua aktif terlibat dalam pelayanan. Puji Tuhan ! Sungguh luar biasa !
Sejak itu omku sering mengirimi ayat2 ke hpku, suamiku dan adik2ku. Dia juga bersemangat menceritakan pelayanannya, namun sayang...minggu lalu waktu dia ngobrol sama aku di telpon dia mengatakan berbagai hal yang membuatku merasa tidak damai sejahtera. Hal2 yang dia katakan sbb :
1) Dia dulu menyeleweng juga karena salah istrinya yang kurang memperhatikan. Wajar kalau lelaki tidak diperhatikan akibatnya jadi cari wanita lain. Dan kalau suami bersalah istri harus mengampuni dan mendoakan agar rumah tangganya dipulihkan.
2) Yang bikin aku shock, omku bilang ternyata papiku yang kukira alim nggak suka main cewek dulu juga beberapa kali jajan kalau jengkel sama mamiku. Menurut omku yang salah mamiku karena tidak menghargai suami jadinya cari pelampiasan diluar jadi mamiku harus belajar mengampuni. Lalu setelah tahu aku shock mendengar cerita ini dia menenangkanku dengan bilang ini dulu sudah lama kejadiannya tapi sekarang papi sudah tidak pernah jajan lagi. Astaga...
Alangkah piciknya lelaki2 macam papi dan omku. Dua2nya berzinah tapi menyalahkan istrinya. Persis seperti Adam waktu ketahuan berdosa lalu menyalahkan Hawa yang membuatnya berdosa. Sampai sekarang sih mami kayaknya nggak pernah tahu kalau papi pernah jajan jadi nggak pernah ribut gede sampe mau cerai kayak tanteku waktu itu. Tapi aku bisa melihat sikap mami yang menyepelekan papi dan cuek. Dulu aku sering kasihan pada papi, tapi sekarang setelah mendengar cerita ini aku jadi memahami perasaan mami.Walaupun mami nggak pernah tahupun tapi pastilah sebagai seorang istri dia bisa merasakan, oh kasihan mami...
Kemarin habis selesai cerita malamnya omku sms aku ngingetin aku agar ajak mami ikut Wanita Bijak biar bisa mengampuni papi dan memperlakukan papi dengan baik. Sungguh solusi yang baik buat papi tapi nggak adil buat mami.Dasar pria2 lemah, mau enaknya aja. Mereka yang berbuat dosa tapi orang lain yang harus menderita dan mengalami berbagai pergumulan. Udah gitu masih menyalahkan orang lain yang mengakibatkan dia berdosa, lha wong keputusan sendiri kok orang lain yang disalahin.Tanteku memang wanita yang kuat, dia mau mengampuni omku dan bersikap tegar. Aku jadi membayangkan kalau aku di posisi mami, rasanya aku sudah memilih bercerai dari dulu. Habis papiku kan orang yang tidak bertanggung jawab pada keluarga jadi nggak ada nilai positifnya yang perlu dipertahankan. Udah nggak bekerja, ngabis2in uang mami, padahal mami yang banting tulang menghidupi anak2nya seorang diri, sering bikin masalah, bikin malu keluarga e...ternyata main perempuan juga. Lengkap deh ! Pria lemah !
Tapi dari cerita itu ada hikmahnya juga buatku. Aku jadi semakin cinta sama suamiku, dia setia, nggak pernah nyeleweng, bertanggung jawab sama keluarga dan sangat perhatian. Rasanya bersyukur deh punya pria kuat seperti suamiku.
Waktu terus berjalan dan tak lama kemudian usaha suamiku mulai menampakkan kemajuan sehingga kami mampu membeli rumah sendiri dan membangunnya dengan mewah. Sikap merekapun berubah dan sangat ramah. Apalagi mereka mulai mengalami berbagai masalah, baik dalam keuangan, anaknya yang kedua sakit kanker,omku juga nggak kerja lagi dan tanteku juga sdh keluar dari tempatnya bekerja. Rupanya itu belum cukup karena omku ketahuan punya wanita simpanan dan mereka ribut besar hampir bercerai. Puncaknya 2 th lalu omku sakit kanker usus karena tanteku jijik maka digajinya seorang suster untuk merawat menggantikan perban di perutnya. Ternyata omku kemudian selingkuh dengan suster tsb shg kesabaran tanteku habis dan berniat menceraikan. Entah bagaimana mereka batal bercerai. Rupanya itu adalah titik balik dalam kehidupan rumah tangga mereka karena setelah itu mereka dipulihkan melalui camp Wanita Bijak dan Pria Sejati. Hubungan merekapun jadi harmonis malah mereka berdua aktif terlibat dalam pelayanan. Puji Tuhan ! Sungguh luar biasa !
Sejak itu omku sering mengirimi ayat2 ke hpku, suamiku dan adik2ku. Dia juga bersemangat menceritakan pelayanannya, namun sayang...minggu lalu waktu dia ngobrol sama aku di telpon dia mengatakan berbagai hal yang membuatku merasa tidak damai sejahtera. Hal2 yang dia katakan sbb :
1) Dia dulu menyeleweng juga karena salah istrinya yang kurang memperhatikan. Wajar kalau lelaki tidak diperhatikan akibatnya jadi cari wanita lain. Dan kalau suami bersalah istri harus mengampuni dan mendoakan agar rumah tangganya dipulihkan.
2) Yang bikin aku shock, omku bilang ternyata papiku yang kukira alim nggak suka main cewek dulu juga beberapa kali jajan kalau jengkel sama mamiku. Menurut omku yang salah mamiku karena tidak menghargai suami jadinya cari pelampiasan diluar jadi mamiku harus belajar mengampuni. Lalu setelah tahu aku shock mendengar cerita ini dia menenangkanku dengan bilang ini dulu sudah lama kejadiannya tapi sekarang papi sudah tidak pernah jajan lagi. Astaga...
Alangkah piciknya lelaki2 macam papi dan omku. Dua2nya berzinah tapi menyalahkan istrinya. Persis seperti Adam waktu ketahuan berdosa lalu menyalahkan Hawa yang membuatnya berdosa. Sampai sekarang sih mami kayaknya nggak pernah tahu kalau papi pernah jajan jadi nggak pernah ribut gede sampe mau cerai kayak tanteku waktu itu. Tapi aku bisa melihat sikap mami yang menyepelekan papi dan cuek. Dulu aku sering kasihan pada papi, tapi sekarang setelah mendengar cerita ini aku jadi memahami perasaan mami.Walaupun mami nggak pernah tahupun tapi pastilah sebagai seorang istri dia bisa merasakan, oh kasihan mami...
Kemarin habis selesai cerita malamnya omku sms aku ngingetin aku agar ajak mami ikut Wanita Bijak biar bisa mengampuni papi dan memperlakukan papi dengan baik. Sungguh solusi yang baik buat papi tapi nggak adil buat mami.Dasar pria2 lemah, mau enaknya aja. Mereka yang berbuat dosa tapi orang lain yang harus menderita dan mengalami berbagai pergumulan. Udah gitu masih menyalahkan orang lain yang mengakibatkan dia berdosa, lha wong keputusan sendiri kok orang lain yang disalahin.Tanteku memang wanita yang kuat, dia mau mengampuni omku dan bersikap tegar. Aku jadi membayangkan kalau aku di posisi mami, rasanya aku sudah memilih bercerai dari dulu. Habis papiku kan orang yang tidak bertanggung jawab pada keluarga jadi nggak ada nilai positifnya yang perlu dipertahankan. Udah nggak bekerja, ngabis2in uang mami, padahal mami yang banting tulang menghidupi anak2nya seorang diri, sering bikin masalah, bikin malu keluarga e...ternyata main perempuan juga. Lengkap deh ! Pria lemah !
Tapi dari cerita itu ada hikmahnya juga buatku. Aku jadi semakin cinta sama suamiku, dia setia, nggak pernah nyeleweng, bertanggung jawab sama keluarga dan sangat perhatian. Rasanya bersyukur deh punya pria kuat seperti suamiku.
ADAKAH SAHABAT YANG BISA DIPERCAYA?
Dalam hidup ini pasti nggak luput dari yang namanya masalah dan tekanan. Nah, saat-saat seperti itu rasanya perasaan bercampur aduk antara cemas,khawatir,resah, gelisah bahkan juga marah atau takut. Siapapun orangnya rasanya pernah deh mengalami situasi semacam ini jadi pasti tahu apa yang kumaksud. Memang reaksi orang berbeda-beda, ada yang kalau lagi tertekan lalu mengurung diri dan merenung, ada juga yang pelariannya ke pekerjaan, bisa juga menghibur diri atau...ada juga yang pengennya segera mencari sahabat atau keluarga yang bisa di curhatin.
Aku juga seperti itu pengennya kalau ada beban masalah atau pikiran berat pengen share dan didengarkan. Alangkah nyamannya kalau aku bisa ketemu seseorang yang bersedia menyediakan telinganya buat mendengarku dengan sungguh2 (bukan sambil lalu aja lho...)juga hatinya untuk berempati dengan apa yang kurasakan lalu menyediakan juga mulutnya untuk berbagi saran atau apapun itu entah penghiburan,pendapat, mungkin juga peringatan buatku. Wajar dong, kadang kalau kita sedang stress tidak dapat berfikir jernih karena hati kita sedang kacau jadi butuh orang lain untuk ikut memikirkan jalan keluar. Masalahnya dari dulu sewaktu aku kecil hingga kini aku sudah dewasa bahkan menjadi orang tua, kok aku belum pernah menemukan sosok sahabat yang seperti idamanku tadi.
Aku jadi ingat temen kuliahku dulu namanya Novi. Kami sering jalan bareng kalau pas nggak ada kuliah, bolos sama2, ngerumpi soal cowok dll. Nah yang jadi masalah dia itu bukan temen curhat yang ideal seperti harapanku. Curhat sama dia itu bukannya hati jadi lega malah jadi jengkel, habis dia itu nggak bisa mengertiin aku. Misalnya waktu itu aku curhat sama dia soal adikku yang sudah punya pacar sementara aku belum. Dia nggak bisa menangkap esensi dari curhatku yaitu tentang kegelisahanku tentang pasangan hidup, e...malah dia asyik tanya siapa sih pacar adikmu ? lho dia suka ikut basket ya? wah pasti orangnya tinggi ya? ohh aku ingat aku pernah ketemu adikmu waktu itu lagi jalan bareng cowok berarti itu ya pacarnya? dst...dst....setelah aku selesai menjawab semua keingintahuannya kukira aku bisa melanjutkan isi hatiku. Oh ,no ! Dengan innocentnya dia bisa cerita sendiri tentang kemarin dia sama mamanya belanja baju di matahari pas diskon dll.Arrgghhh...
Aku tahu sih, dia nggak bermaksud mengabaikan atau sengaja bikin jengkel karena memang orangnya culun sejak lahir, tapi aku sudah kapok nggak mau curhat lagi ama dia habis percuma aja, mending aku ngomong aja sama kucing piaraanku paling enggak dia nggak banyak nanya kan cape ngejawabnya.
Tapi masih mendingan Novi dibanding Parmi temen gerejaku. Aku ingat waktu aku SMP aku lagi naksir sama teman sekolahku lalu karena aku dekat sama dia,rumahnya juga deket soalnya (apa hubungannya ya?) udah gitu dia juga kayaknya lebih dewasa dan alim makanya aku berani ceritakan isi hatiku sama dia. Wah jaman itu urusan naksir cowok itu betul2 TOP SECRET lho...soalnya kalo sampe ketahuan kan bisa malu diledekin temen2. Nah, aku curhat sama dia kalo aku naksir seseorang diam2 tapi nggak yakin cowok tsb juga suka aku nggak (malah mungkin nyadar aja kagak ha..ha..) lalu Parmi dengan dewasanya kasih wejangan2 seolah2 dia sudah pengalaman dan pakarnya urusan taksir menaksir. Habis curhat ama dia, aku jadi senang sekali karena ada sahabat yang bisa kubagi rahasia besar ini dan tentu saja aku kasih embel2 "rahasia lho...jangan bilang siapa2" Nggak lama kemudian, seluruh dunia bahkan cowok yang aku taksir itupun tahu kalo aku naksir dia. Rasanya kalo Parmi yang cerita nggak mungkin tapi aku cerita juga sama dia seorang. Sejak itu hidupku agak menderita karena teman2 mengejekku dan cowok yg kusukapun jadi membenciku.
Nggak cuma teman, ternyata keluarga sendiripun nggak bisa dipercaya. Contohnya aja mamiku, dia super ember deh. Jadi kalau cerita apapun pasti tanteku yang rese itupun dapat copy_annya dari mamiku. Nggak heran sampe sekarang hubunganku sama mami nggak pernah dekat.
Belum lama ini aku lagi akrab sama teman SMAku dulu namanya Tanti. Sudah 2 bulan ini kami sering fitnes bareng dan biasanya sepulang fitnes kita makan lalu aku antar dia pulang kalau pas dia nggak ada sopir. Mulanya permbicaraan kami yang ringan2 aja tapi lama2 karena kami akrab maka kami berduapun saling cerita mengenai rumah tangga kami masing2. Kupikir dia bisa dipercaya, oo tidak...baru kusadar dia juga orang yang berbahaya setelah dia cerita ke teman2 kita di grup blackberry. Dengan entengnya dia nulis di bbgrup tentang apa yg sedang kualami. Waktu kutegur dia ngeles bilang lho kan nggak secara detil jadi yang baca juga nggak tahu. Ah mulai sekarang aku nggak berani lagi ah curhat2an lagi. Padahal selama ini aku juga berusaha menjadi teman yang baik dan bisa dipercaya tapi rupanya memang sudah sangat sulit cari teman idamanku itu.
Paling aman aku curhat sama Tuhan aja dalam doa. Karena aku yakin doaku pasti didengar Tuhan dan pasti ada hasilnya. Terima kasih Tuhan....Kaulah sahabat sejatiku, Kaulah perlindunganku dan aku aman bersamaMu. Halleluya !
Aku juga seperti itu pengennya kalau ada beban masalah atau pikiran berat pengen share dan didengarkan. Alangkah nyamannya kalau aku bisa ketemu seseorang yang bersedia menyediakan telinganya buat mendengarku dengan sungguh2 (bukan sambil lalu aja lho...)juga hatinya untuk berempati dengan apa yang kurasakan lalu menyediakan juga mulutnya untuk berbagi saran atau apapun itu entah penghiburan,pendapat, mungkin juga peringatan buatku. Wajar dong, kadang kalau kita sedang stress tidak dapat berfikir jernih karena hati kita sedang kacau jadi butuh orang lain untuk ikut memikirkan jalan keluar. Masalahnya dari dulu sewaktu aku kecil hingga kini aku sudah dewasa bahkan menjadi orang tua, kok aku belum pernah menemukan sosok sahabat yang seperti idamanku tadi.
Aku jadi ingat temen kuliahku dulu namanya Novi. Kami sering jalan bareng kalau pas nggak ada kuliah, bolos sama2, ngerumpi soal cowok dll. Nah yang jadi masalah dia itu bukan temen curhat yang ideal seperti harapanku. Curhat sama dia itu bukannya hati jadi lega malah jadi jengkel, habis dia itu nggak bisa mengertiin aku. Misalnya waktu itu aku curhat sama dia soal adikku yang sudah punya pacar sementara aku belum. Dia nggak bisa menangkap esensi dari curhatku yaitu tentang kegelisahanku tentang pasangan hidup, e...malah dia asyik tanya siapa sih pacar adikmu ? lho dia suka ikut basket ya? wah pasti orangnya tinggi ya? ohh aku ingat aku pernah ketemu adikmu waktu itu lagi jalan bareng cowok berarti itu ya pacarnya? dst...dst....setelah aku selesai menjawab semua keingintahuannya kukira aku bisa melanjutkan isi hatiku. Oh ,no ! Dengan innocentnya dia bisa cerita sendiri tentang kemarin dia sama mamanya belanja baju di matahari pas diskon dll.Arrgghhh...
Aku tahu sih, dia nggak bermaksud mengabaikan atau sengaja bikin jengkel karena memang orangnya culun sejak lahir, tapi aku sudah kapok nggak mau curhat lagi ama dia habis percuma aja, mending aku ngomong aja sama kucing piaraanku paling enggak dia nggak banyak nanya kan cape ngejawabnya.
Tapi masih mendingan Novi dibanding Parmi temen gerejaku. Aku ingat waktu aku SMP aku lagi naksir sama teman sekolahku lalu karena aku dekat sama dia,rumahnya juga deket soalnya (apa hubungannya ya?) udah gitu dia juga kayaknya lebih dewasa dan alim makanya aku berani ceritakan isi hatiku sama dia. Wah jaman itu urusan naksir cowok itu betul2 TOP SECRET lho...soalnya kalo sampe ketahuan kan bisa malu diledekin temen2. Nah, aku curhat sama dia kalo aku naksir seseorang diam2 tapi nggak yakin cowok tsb juga suka aku nggak (malah mungkin nyadar aja kagak ha..ha..) lalu Parmi dengan dewasanya kasih wejangan2 seolah2 dia sudah pengalaman dan pakarnya urusan taksir menaksir. Habis curhat ama dia, aku jadi senang sekali karena ada sahabat yang bisa kubagi rahasia besar ini dan tentu saja aku kasih embel2 "rahasia lho...jangan bilang siapa2" Nggak lama kemudian, seluruh dunia bahkan cowok yang aku taksir itupun tahu kalo aku naksir dia. Rasanya kalo Parmi yang cerita nggak mungkin tapi aku cerita juga sama dia seorang. Sejak itu hidupku agak menderita karena teman2 mengejekku dan cowok yg kusukapun jadi membenciku.
Nggak cuma teman, ternyata keluarga sendiripun nggak bisa dipercaya. Contohnya aja mamiku, dia super ember deh. Jadi kalau cerita apapun pasti tanteku yang rese itupun dapat copy_annya dari mamiku. Nggak heran sampe sekarang hubunganku sama mami nggak pernah dekat.
Belum lama ini aku lagi akrab sama teman SMAku dulu namanya Tanti. Sudah 2 bulan ini kami sering fitnes bareng dan biasanya sepulang fitnes kita makan lalu aku antar dia pulang kalau pas dia nggak ada sopir. Mulanya permbicaraan kami yang ringan2 aja tapi lama2 karena kami akrab maka kami berduapun saling cerita mengenai rumah tangga kami masing2. Kupikir dia bisa dipercaya, oo tidak...baru kusadar dia juga orang yang berbahaya setelah dia cerita ke teman2 kita di grup blackberry. Dengan entengnya dia nulis di bbgrup tentang apa yg sedang kualami. Waktu kutegur dia ngeles bilang lho kan nggak secara detil jadi yang baca juga nggak tahu. Ah mulai sekarang aku nggak berani lagi ah curhat2an lagi. Padahal selama ini aku juga berusaha menjadi teman yang baik dan bisa dipercaya tapi rupanya memang sudah sangat sulit cari teman idamanku itu.
Paling aman aku curhat sama Tuhan aja dalam doa. Karena aku yakin doaku pasti didengar Tuhan dan pasti ada hasilnya. Terima kasih Tuhan....Kaulah sahabat sejatiku, Kaulah perlindunganku dan aku aman bersamaMu. Halleluya !
Langganan:
Postingan (Atom)